
Revolusi Prancis, yang menandai puncak era monarki di Prancis; perang dunia yang mengubah hubungan politik, sosial, dan ekonomi di seluruh dunia; atau revolusi gender selama dekade-dekade puncak semangat feminis. Semua ini adalah contoh dari proses sosial berskala besar yang telah kita amati sepanjang sejarah manusia, di mana tindakan kolektif manusia menyebabkan runtuhnya tatanan yang telah ada sebelumnya, dan menetapkan aturan serta kode etik baru. Ini Hal ini diterjemahkan menjadi serangkaian jaringan perilaku di mana individu-individu yang termasuk dalam masyarakat terlibat di dalamnya.Ini adalah siklus dengan berbagai tahapan perkembangan di mana terjadi perubahan mendalam, baik dalam struktur maupun dalam mentalitas kolektif.
Proses sosial didasarkan pada perilaku yang melibatkan perubahanManusia berupaya mencapai kemajuan menuju model ideal, baik dengan mencari kebebasan yang lebih besar, keadilan sosial yang lebih besar, kondisi ekonomi yang lebih baik, atau bentuk-bentuk koeksistensi baru. Melalui dinamika ini, masyarakat terus-menerus bertransformasi, beradaptasi, dan dikonfigurasi ulang.

Masyarakat sebagai objek dari proses sosial
Manusia terus-menerus berinteraksi satu sama lain; namun, keharmonisan dari interaksi ini bergantung pada... Membangun pola yang mengatur peran kita dan pandangan orang lain. Dengan cara inilah masyarakat terbentuk, yang tidak lain adalah lingkungan interaksi yang telah kita ciptakan sebagai produk dari persepsi, paradigma, dan prinsip, dan yang karakteristiknya terkait dengan model manusia yang mendominasi di era tertentu.
Evolusi karakteristik dan interaksi manusia merupakan faktor penentu dalam perkembangan proses sosial, atau proses perubahan. Masyarakat adalah variabel tempat kita mengamati perubahan. dioperasikan oleh proses sosial, dan terdiri dari unsur-unsur dasar berikut yang terpengaruh ketika terjadi transformasi:
Anggaran dasar dan peraturan: terdiri dari sekumpulan aturan yang membatasi dan membimbing perilaku Dalam lingkungan tertentu, norma-norma tersebut dapat dikodifikasi dalam dokumen formal (undang-undang, peraturan, kode etik internal) atau berupa norma informal (adat istiadat, praktik sosial, mode) yang dengan mudah dikelola oleh manusia, yang beradaptasi dengan lingkungannya. Ketika suatu proses sosial berhasil, biasanya akan meninggalkan jejaknya pada tingkat normatif ini, baik dengan mengubah undang-undang, lembaga, atau aturan hidup berdampingan.
Hubungan sosial: Masyarakat dibangun di atas dasar hubungan yang terjalin antara individu dan kelompokDan modifikasi yang telah dialaminya dalam strukturnya bergantung pada evolusi di bidang ini (yang, dengan sendirinya, merupakan sebuah proses sosial). Perubahan dalam hal siapa berhubungan dengan siapa, dalam kondisi apa, dan dengan tingkat kesetaraan atau hierarki seperti apa, baik mencerminkan maupun mendorong transformasi yang mendalam.
Individu: manusia dan karakteristik individu Nilai-nilai, kepercayaan, minat, kebutuhan, dan kemampuan menentukan perkembangan mereka dalam masyarakat. Hal ini menyoroti pentingnya kehadiran mereka sebagai agen perubahan: tanpa individu yang mampu mempertanyakan, bekerja sama, melawan, atau mengusulkan, tidak ada proses sosial yang mungkin terjadi.
Motivasi: membentuk kekuatan yang mendorong tindakan individuHal ini mencakup harapan, aspirasi, ketakutan, frustrasi, dan keinginan mereka untuk perbaikan. Ketika motivasi ini dimiliki oleh kelompok besar (misalnya, keinginan akan kesetaraan, perdamaian, atau upah yang lebih baik), hal itu menjadi penggerak yang ampuh untuk transformasi sosial.
Keyakinan: sebelumnya, kepercayaan agama atau ideologi Keyakinan yang dianut oleh anggota suatu kelompok sosial sangat menentukan peran mereka di dalamnya dan tingkat penerimaan yang mereka terima. Saat ini, aspek ini tidak selalu begitu menentukan, tetapi dalam banyak konteks tetap menjadi faktor pembatas atau penyebab pengucilan. Proses sosial juga sering melibatkan perjuangan atas makna keyakinan ini dan legitimasi nilai-nilai tertentu.
Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan proses sosial, akan sangat membantu jika kita mulai dari skala terkecil: individu. Mari kita bayangkan seseorang yang terisolasi, dengan kepribadian, persepsi, pengalaman, dan karakteristik diri sendiriManusia ini memiliki konsep realitas dan membangun hubungan dengan lingkungannya. Peristiwa eksternal (krisis ekonomi, perubahan teknologi, gerakan budaya, konflik politik) memberikan pengaruh yang signifikan, yang secara bertahap diterjemahkan menjadi perubahan dalam karakteristik individu mereka, mengubah hubungan mereka dengan orang lain.
Sedikit demi sedikit, peristiwa kecil variasi Mereka terakumulasi dalam jumlah ribuan atau jutaan orang hingga terjadi pergeseran global dalam persepsi dan sikap. Ketika transformasi ini mencapai massa yang besar dan diekspresikan dalam bentuk organisasi baru, kebiasaan baru, hukum, atau nilai-nilai kolektif, kita menyebutnya sebagai sebuah perubahan besar. proses sosialDengan kata lain, ini adalah jalan yang ditempuh suatu masyarakat untuk berhenti menjadi seperti semula dan berubah menjadi sesuatu yang lain, meskipun seringkali secara bertahap dan tanpa disadari.
Karakteristik yang menentukan terjadinya proses sosial
Proses sosial adalah peristiwa eksekusi massal Hal ini muncul ketika suatu komunitas mengadopsi sikap yang berbeda terhadap suatu konsep, peristiwa, kelompok, atau pengalaman. Saat itulah tindakan untuk perubahan terjadi: protes, reformasi, gerakan budaya, lembaga baru, atau pergeseran pola pikir. Pada saat yang sama, sektor-sektor sosial dapat bereaksi terhadap ancaman perubahan dengan cara yang bermusuhan, yang dimotivasi oleh takut kehilangan hak istimewa atau stabilitas Menghadapi tatanan baru.
Dari perspektif sosiologis, beberapa karakteristik umum telah dijelaskan yang membantu mengidentifikasi dan memahami proses-proses ini:
- Interaksi timbal balik: Individu dan kelompok tidak hanya bertindak terhadap orang lain, tetapi juga menanggapi dan menyesuaikan diri dengan tindakan orang lain. Keputusan suatu kelompok memicu reaksi pada kelompok lain, menghasilkan rangkaian tindakan dan respons yang membentuk jalannya proses.
- Sifat dinamis dan berkelanjutan: Proses sosial bukanlah peristiwa yang terisolasi, melainkan dinamika yang terus berkembang sebagai respons terhadap perubahan internal atau eksternal (inovasi teknologi, migrasi, krisis ekonomi, transformasi budaya, perang, perjanjian perdamaian, dll.).
- Durasi sedang atau panjang: Mereka cenderung berkembang dalam jangka waktu yang relatif lama, memungkinkan mereka untuk menghasilkan transformasi sejarah yang mendalam yang mengubah arah perkembangan masyarakat.
- Cakupan yang luas dan multi-sektoral: melibatkan berbagai sektor (kelas sosial, lembaga politik, kelompok ekonomi, organisasi sipil, gerakan budaya, dll.) dan diekspresikan dalam fakta dan tindakan yang tetap berlaku untuk jangka waktu tertentu.
- Pengaruh budaya, ekonomi, dan politik: norma budaya, sumber daya ekonomi yang tersedia, dan struktur kekuasaan Faktor-faktor yang ada memainkan peran penting dalam bagaimana proses-proses ini terwujud, dipercepat, atau diperlambat, dan bagaimana pengaruhnya terhadap masyarakat.
- Dampak positif dan negatif: dapat berkontribusi pada stabilitas dan kesejahteraan (seperti kerja sama dan solidaritas) atau menimbulkan ketegangan dan ketidaksetaraan (seperti konflik atau persaingan ekstrem). Proses yang sama dapat memberikan efek menguntungkan bagi kelompok tertentu dan efek merugikan bagi kelompok lainnya.
- Diperlukan kerja sama besar-besaran: Agar suatu proses sosial dapat terkonsolidasi, diperlukan hal-hal berikut: partisipasi terkoordinasi (eksplisit atau implisit) dari banyak individu yang bertindak sesuai dengan ide, kepentingan, atau tuntutan bersama tertentu.
- Tingkat kesulitan prediksi: Pada awalnya mereka biasanya sulit dimengerti dan mengantisipasinya secara keseluruhan; hanya dengan waktu penyebab, konsekuensi, dan cakupan sebenarnya akan menjadi jelas.

- Titik awal ditentukan ketika Interaksi sosial berkembang di bawah pola yang berulang. pada berbagai individu. Perkembangan proses sosial dapat diuraikan sebagai berikut:
- Perubahan persepsi: Suatu konsep atau gagasan baru ditetapkan yang dapat berasal dari seseorang atau suatu kelompok (misalnya, gagasan bahwa semua manusia memiliki hak yang sama).
- Pengulangan interaksi sosial: Ketika gagasan itu beresonansi dengan individu lain, pola perilaku berubah, pesan dibagikan, perilaku ditiru, dan kebiasaan dibangun di sekitar visi baru tersebut.
- Tindakan bersama: Persepsi baru mengenai suatu peristiwa membangkitkan dalam diri manusia keinginan akan sesuatu. perubahan metodologisOleh karena itu, tindakan-tindakan diambil dengan tujuan mencapai sasaran: mengorganisir gerakan, membuat undang-undang, kampanye kesadaran, boikot, koperasi, dan lain sebagainya.
- Proses perubahan terpadu: ketika paradigma baru telah mencapai suatu titik perwakilan massa sosial dan tercermin dalam institusi, nilai, dan perilaku yang bertahan lama, maka dianggap bahwa perubahan sosial yang stabil telah terjadi.
Faktor-faktor penentu dalam proses sosial
Selain karakteristik umumnya, setiap proses sosial menggabungkan elemen-elemen kunci tertentu yang memungkinkan kita untuk memahami dari mana proses tersebut berasal dan bagaimana perkembangannya:
- Realitas sosial: mencakup karakteristik, hubungan, dan paradigma global yang mencakup suatu sektor atau kelompok. Ini termasuk sistem ekonomi, organisasi politik, budaya dominan, ketidaksetaraan yang ada, dan seperangkat norma dan institusi yang mengatur kehidupan sehari-hari.
- Individu: sebagai peserta aktif di lingkungan mereka Individu mampu mewujudkan perubahan melalui sikap mereka, berdasarkan karakteristik pribadi, pengalaman, dan hubungan mereka dengan lingkungan sekitar. Keputusan untuk berpartisipasi dalam demonstrasi, mendukung suatu tujuan, atau mengubah kebiasaan konsumsi adalah contoh tindakan mikro yang, jika digabungkan, mendorong proses sosial.
- Hubungan sosial: adalah interaksi harian dan terstruktur Interaksi ini terjadi antara individu dan kelompok yang berbeda: keluarga, sekolah, tempat kerja, jaringan sosial, asosiasi, partai politik, dan lain sebagainya. Melalui saluran-saluran ini, ide-ide beredar, tuntutan disebarluaskan, dan tindakan kolektif dikoordinasikan.
- Faktor eksternal: adalah tentang peristiwa politik, sejarah, ekonomi atau lingkungan yang dapat memengaruhi tindakan individu secara khusus dan kelompok secara umum. Krisis ekonomi, bencana alam, konflik bersenjata, munculnya teknologi baru, atau pandemi adalah contoh faktor eksternal yang dapat mempercepat atau memicu proses sosial.
- Reaksi terhadap faktor eksternal: Di sini kita mempertimbangkan cara di mana Lingkungan dan konteks memengaruhi kesadaran kolektif.Manusia dapat beradaptasi, melawan, memberontak, berorganisasi, atau mundur, dan setiap respons ini memicu berbagai jenis proses (kerja sama, konflik, persaingan, asimilasi, dll.).
Jenis-jenis proses sosial: positif, negatif, konjungtif, dan disjungtif
Proses sosial dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara. Salah satu perbedaan yang paling umum digunakan adalah antara proses positif dan negatifdan perbedaan lain, yang memiliki pengaruh sosiologis besar, yaitu antara proses konjungtif dan disjungtifSelain itu, kerja sama, persaingan, akomodasi, asimilasi, dan konflik umumnya disebut sebagai jenis-jenis utama dari proses dasar.
Dari perspektif hasil yang diharapkan untuk koeksistensi:
- Proses sosial yang “positif”: Ini adalah kelompok-kelompok yang cenderung berkolaborasi, bertukar pikiran, dan menunjukkan solidaritasMereka mendorong integrasi, kohesi sosial, dan pembangunan kesepakatan (misalnya, kerja sama dan akomodasi).
- Proses sosial “negatif”: adalah yang mana yang dominan kompetisi, konfrontasi, atau blokade Konflik kepentingan antar kelompok (seperti konflik terbuka, penghambatan, atau bentuk-bentuk persaingan ekstrem tertentu) dapat menimbulkan kekerasan, pengucilan, atau memperdalam ketidaksetaraan.
Klasifikasi klasik sosiologi meliputi:
- Proses konjungtif: Ini adalah pola-pola hubungan interaksi yang digunakan orang untuk berinteraksi. Mereka saling tertarik dan menjadi lebih terintegrasi.Hal-hal tersebut meliputi kerja sama, akomodasi, dan asimilasi dalam konteks tertentu. Ini merupakan ekspresi dari kebajikan sosial seperti keadilan dan pengakuan timbal balik, dan berfungsi untuk... untuk mempertahankan masyarakat sebagai organisme hidup..
- Proses disjungtif: Inilah hal-hal yang digunakan orang untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka menjauhkan diri dan menjadi kurang suportifHal-hal tersebut meliputi konflik, hambatan, dan persaingan. Mereka mengekspresikan keburukan sosial seperti ketidakadilan, kebencian, atau penghinaan terhadap orang lain. Disebut disosiatif karena para pesertanya berada dalam konflik satu sama lain, bukan dalam harmoni.
Dalam klasifikasi luas ini, muncul beberapa tipe dasar proses sosial yang dapat diamati di setiap masyarakat:
Proses kerja sama
Proses kerja sama terjadi ketika individu atau kelompok Mereka bekerja sama dengan tujuan mencapai sasaran bersama.Dalam dinamika semacam ini, solidaritas, rasa hormat, dan tanggung jawab bersama menjadi hal yang dominan. Proses ini dianggap positif karena cenderung menghasilkan hal-hal yang positif. perubahan yang menguntungkan bagi sebagian besar orang yang terlibat.
Kerja sama dapat terjadi dalam skala kecil (tim kerja, keluarga, kelompok lingkungan) atau dalam proyek sosial besar (kebijakan publik, jaringan internasional, koalisi warga). Contoh klasiknya dapat ditemukan dalam dinamika pembangunan berkelanjutan yang melibatkan perusahaan, organisasi, pemerintah, dan individu yang mengoordinasikan tindakan untuk melindungi lingkungan dan memastikan penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab.
Proses kompetisi
Dalam proses kompetisi, hal-hal berikut ditekankan: perebutan sumber daya yang terbatasPrestise, kekuasaan, atau pengakuan. Individu atau kelompok bersaing untuk mendapatkan barang materi (uang, makanan, tanah, perumahan) atau barang simbolis (status sosial, ketenaran, pekerjaan, pengaruh politik).
Meskipun persaingan dapat menghasilkan inovasi dan kemajuan di bidang-bidang tertentu (seperti ekonomi atau teknologi), persaingan juga dapat menyebabkan ketegangan, ketidaksetaraan, dan pengucilan ketika menjadi ekstrem. Ini dianggap sebagai dinamika negatif ketika hanya sedikit yang mendapat manfaat dan banyak yang tertinggal. Contoh sehari-hari adalah... persaingan di pasar tenaga kerja untuk mendapatkan promosi, pekerjaan dengan gaji lebih tinggi, atau stabilitas yang lebih besar.
Proses akomodasi
Akomodasi terjadi ketika dua orang atau kelompok atau lebih bertindak dengan cara yang mencoba untuk meminimalkan atau mencegah konflik di masa depanHal itu muncul setelah pengalaman ketegangan atau konfrontasi, dan berupaya menciptakan mekanisme yang memungkinkan hidup berdampingan secara damai meskipun ada perbedaan.
Hal ini dapat bermanifestasi dalam berbagai tingkatan: mulai dari toleransi dan konsesi kesepakatan bersama, hingga kesepakatan yang lebih formal yang melibatkan mediasi, negosiasi, dan konsiliasi. Contohnya meliputi: perjanjian internasional untuk menjamin perdamaian, perjanjian antar partai politik untuk mengatur atau peraturan komunitas yang mengatur penggunaan sumber daya bersama (seperti air atau tanah).
Proses asimilasi
Asimilasi terjadi ketika suatu kelompok sosial ia terintegrasi ke dalam kelompok dominan lainnyaMengadopsi kebiasaan, nilai-nilai, dan cara hidup budaya lain dapat menyebabkan hilangnya sebagian atau seluruh identitas budaya asli mereka. Hal ini sering terjadi dalam konteks penjajahan, migrasi massal, atau hubungan kekuasaan yang sangat tidak setara.
Dalam banyak kasus, asimilasi telah dikaitkan dengan proses kekerasan berupa pemaksaan budaya dan agamaDi mana budaya dominan memaksakan diri pada budaya lain yang menjadi bawahan. Namun, hal itu juga dapat terjadi secara bertahap dan kurang memaksa, ketika suatu kelompok memutuskan untuk beradaptasi guna mengakses peluang ekonomi atau sosial yang lebih baik.
Proses konflik, hambatan, dan dinamika disjungtif lainnya
Selain kerja sama, persaingan, akomodasi, dan asimilasi, sosiologi juga telah menjelaskan proses-proses lain seperti: konflik dan hambatanDalam konflik, dua kelompok atau lebih secara terbuka saling berhadapan karena kepentingan yang bertentangan, baik secara simbolis (perselisihan wacana, kampanye media) maupun secara kekerasan (konfrontasi, perang, kekerasan jalanan).
Di sisi lain, penghalangan mengacu pada tindakan-tindakan yang bertujuan untuk... menghalangi kemajuan kelompok lain tanpa harus mengusulkan alternatif. Hal ini dapat terjadi di bidang politik (memblokir reformasi), bidang sosial (memboikot inisiatif orang lain), atau bidang ekonomi (praktik monopoli, menghambat perdagangan pesaing). Proses-proses ini, meskipun dianggap negatif, juga merupakan bagian dari dinamika sosial dan dapat memicu reaksi pengorganisasian, perlawanan, dan perubahan.
Interaksi sosial sebagai dasar proses sosial
Bayangkan sebuah pagi biasa: saat Anda meninggalkan rumah untuk bekerja, Anda berpapasan dengan tetangga Anda yang membawa banyak belanjaan dari pasar. Anda menyapanya dengan sopan dan membukakan pintu untuknya. Anda masuk ke mobil dan, di perjalanan, membunyikan klakson kepada tiga pengemudi yang memotong jalan Anda, sebagai isyarat ketidaksabaran. Anda tiba di tempat kerja dan bertemu dengan rekan-rekan Anda untuk untuk menggabungkan upaya dalam proyek bersamaIni semua adalah contoh dari interaksi sosial sehari-hariyang meletakkan dasar bagi pembangunan sosial.
Berdasarkan studi dan observasi, telah ditentukan bahwa agen penyebab utama proses sosial Ini adalah evolusi interaksi antara individu-individu yang beragam. Cara kita berhubungan satu sama lain berubah seiring waktu: bagaimana kita berkomunikasi, apa yang kita anggap dapat diterima, bagaimana kita menyelesaikan konflik, apa harapan kita mengenai otoritas atau kesetaraan. Beberapa bentuk interaksi dasar adalah:
Empati: terdiri dari koneksi emosional dengan realitas orang lainHal ini melibatkan pemahaman tentang apa yang dirasakan atau dialami orang lain, yang dapat mendorong individu untuk mengambil tindakan yang bermanfaat bagi orang atau kelompok tersebut. Peningkatan empati terhadap kelompok yang didiskriminasi, misalnya, telah mendorong berbagai proses perubahan sosial yang menguntungkan hak-hak mereka.
Hidup berdampingan: Ini adalah hubungan yang nyaman di mana pihak-pihak yang terlibat Mereka memperoleh manfaat langsung. dari pembentukan suatu kesepakatan. Ini adalah bentuk kerja sama di mana manfaatnya tidak terletak pada titik eksternal, tetapi semua pihak menerima imbalan yang jelas (misalnya, aliansi bisnis, perjanjian antar komunitas, jaringan dukungan timbal balik).
Antagonisme: adalah hubungan dari penentangan dan antipati Dalam menghadapi konsep atau realitas pihak ketiga, kita membangun hubungan konflik dengan mereka yang kita anggap sebagai ancaman atau bertentangan dengan nilai-nilai dan kepentingan kita. Hubungan semacam ini biasanya memiliki kapasitas untuk melanggar tatanan yang sudah mapan secara tegas, mendorong proses konflik yang dapat mengarah pada perubahan yang diperlukan dan krisis yang mendalam.
Koperasi: Ini adalah sebuah hubungan asosiasi Di mana beberapa individu berkumpul untuk mencapai tujuan bersama. Konsep sinergi sangat terkait di sini, di mana jumlah upaya secara eksponensial mendorong kebaikan yang lebih besar. Proyek komunitas, kampanye solidaritas, dan organisasi akar rumput adalah contoh kerja sama dalam praktik.
Kompetisi: adalah motivasi untuk melampaui rekan-rekan kita dalam berbagai aspek. Hal ini melibatkan mengukur upaya terhadap orang lain, bukan terhadap diri sendiri. Ketika mencapai tingkat kronis, individu atau kelompok dapat mengembangkan keinginan ekstrem untuk meningkatkan diri, bahkan memandang orang lain sebagai saingan tetap. Dalam dosis tertentu, hal ini dapat merangsang kemajuan, tetapi jika berlebihan, dapat mengikis kohesi sosial.
Aksi proses sosial dan contoh konkret
Jika kita harus meringkas dampak proses sosial dalam satu kalimat, kita dapat berbicara tentang evolusi konsep dan strukturBerkat proses-proses ini, masyarakat mampu memodifikasi bentuk organisasinya dan nilai-nilainya untuk beradaptasi dengan kebutuhan manusia di setiap era, dalam banyak kasus menjadi lebih toleran dan terbuka terhadap isu-isu tertentu.
Tujuan dari acara-acara ini, meskipun tidak selalu dinyatakan secara eksplisit, adalah pengembangan masyarakat yang lebih majuMasyarakat yang dicirikan oleh hubungan harmonis antar individu. Masyarakat yang lebih adil di mana setiap orang, dengan individualitasnya, memiliki ruang untuk diterima, diakui, dan berpartisipasi.
Beberapa contoh proses sosial yang terjadi saat ini dan sering muncul adalah:
- Perlindungan ekologi: Ketika warga negara menyadari pentingnya menjaga lingkungan dan terlibat dalam tindakan nyata (daur ulang, konsumsi yang bertanggung jawab, menekan pemerintah dan perusahaan), sebuah proses sosial akan tercipta yang mengubah kebiasaan konsumsi, kebijakan publik, dan model pembangunan.
- Industrialisasi dan globalisasi: Pertumbuhan industri dan integrasi ekonomi dunia telah secara mendalam mengubah gaya hidup, organisasi kerja, arus migrasi, dan hubungan antar negara.
- Migrasi: Perpindahan komunitas ke wilayah baru merupakan contoh dari proses asimilasi, akomodasi, dan konflik secara bersamaan, karena komunitas migran harus beradaptasi dengan budaya baru sementara wilayah penerima mengatur ulang diri mereka untuk mengintegrasikan mereka atau, terkadang, untuk mengecualikan mereka.
- Gerakan sosial untuk hak-hak sipil dan gender: Organisasi-organisasi yang memperjuangkan kesetaraan ras, gender, orientasi seksual, atau kelas sosial menggambarkan proses konflik dan kerja sama yang menghasilkan perubahan signifikan dalam struktur hukum, politik, dan budaya.
- Budaya perdamaian dan keberagaman: Inisiatif yang mendorong penyelesaian konflik secara damai, penghormatan terhadap keragaman budaya dan gender, serta pencegahan kekerasan merupakan contoh nyata dari proses bersama yang bertujuan untuk memperkuat kohesi sosial.
Berkat evolusi sosial, kita bekerja setiap hari menuju sebuah konteks yang lebih sesuai dengan parameter idealitas yang kita kelola. Meskipun kita tahu bahwa keadaan ideal yang sempurna tidak dapat dicapai dan hanya berfungsi sebagai parameter perbandingan, manusia cenderung selalu berupaya untuk memperbaiki sistem yang mengelilingi mereka. Proses sosial adalah jalan, terkadang konfliktif dan kompleks, yang melaluinya aspirasi-aspirasi ini menjadi realitas sejarah.



